Postingan

Pinocchio's Return

16 tahun sudah Pino, sang boneka kayu hidup menjadi manusia. Pino sekarang adalah seorang pelajar SMA. Sebelum berangkat sekolah, Gepetto sang ayah berpesan. "Ingat, jangan melakukan hal ceroboh apapun, Pino. Kau masih membawa gen pohonmu, meskipun tubuhmu sudah sangat terlihat seperti manusia normal." "Siap ayah. Pino ingat kok!" Ucapnya, lalu segera berangkat ke sekolah. Meskipun sudah menjadi manusia, Pino masih membawa sifat pohon nya. Masih menghirup CO2. Bayangkan, jika Pino merokok. Maka, semua zat pembuangan dari rokok itu masuk kedalam organ-organnya. Tak ada yang terbuang sedikitpun, seperti manusia normal yang merokok. Tidak ada yang mencurigakan pada awalnya. Pino selalu bisa melewati harinya dengan baik, tanpa masalah. Hingga suatu hari... "Ayah, Pino pulang." Seraya melangkah memasuki kamar. Gepetto melirik jam sekilas. Pukul 1 dini hari. Pino baru pulang, dan masih memakai seragam yang kancingnya sudah tak tersimpul rapi. "Dari ...

Prasastri

"Sastriiiiiiiiiii!!!!" Teriakku seketila terbangun dari tidur. Ada apa dengan Sastriku? Sastri yang entah darimana datangnga, tapi dialah yang sudah selama 2 tahun ini menemaniku dalam dunia mimpi. Aku sedang menunggu temanku, Aryo sang animator designer . Kopi yang sedari tadi ku pesan di kafe ini baru sedikit ku cicipi. Sisanya, aku hanya menghabiskan lamunanku memikirkan Sastri. Gadis cantik bermata hazel bulat, dengan bulumata yang lentik. Rambutnya yang sedikit pirang, dan wajahnya yang selalu terlihat ceria. Setidaknya begitu sebelum mimpiku semalam. Malam itu, dimimpiku baru saja aku mau mengajaknya ke kota. Karena jujur saja, selama 2 tahun kenal dengannya, tak sekalipun kami berkencan keluar dari desanya. Alasannya karena ia takut dimarahi ibu dan ayahnya. Nah, untuk itu. Aku sudah membawa mobil yang entah aku pinjam darimana. Karena aku tidak ingat membawanga dari mana. Sastri dan aku mengisi perjalanan kami dengan penuh canda tawa. Sesekali dia bertanya ap...

Koloni Kepak

Pagi ini, kerajaan Panglima Kepak sudah terlihat sibuk. Mayor-mayor koloni kepak yang biasanya jarang terlihat di pusat pemerintahan, kini sudah memenuhi sebuah ruangan rapat. Suara riuh mendominasi ruangan itu. Hingga terdengar suara bariton yang membuat mereka seketika terdiam. "Selamat pagi. Mari kita mulai rapat ini." Panglima kepak adalah raja dari koloni bangsa Kepak. Ia memiliki suara berat, ditopang dengan bentuk tubuhnya yang proporsionis. Sayapnya berwarna hitam keabu-abuan melintang sangat gagah, menambah kharismanya. Ya, Panglima Kepak adalah Merpati. Rapat kali ini rupanya membahas persoalan global, yang sudah kelewat jauh merasuki kawasan Kepak. Globalwarming . Kawasan Kepak mulai mengalami dampaknya. Seperti suhu bumi yang terasa begitu terik disiang hari. Asupan air hujan yang tidak bisa lagi di prediksi dengan tepat, hingga kerontangnya istana dan rumah mereka perlahan. "Interupsi, Panglima. Tapi kami tidak akan mungkin bisa mengubah cuaca bumi, buka...

Petrichor

Tak ada yang meragukan kesegaran udara di pagi hari. Waktu dimana bumi masih terasa begitu  bersahabat. Sinar matahari yang juga masih terasa hangat, menyehatkan. Hujan yang turun ke bumu semalam, menambah derajat kesejukan pagi ini. Taman ini, biasanya penuh sesak segerombol mahasiswa yang tengah termenung, mencari inspirasi atau hanya sekedar berbincang terasa lebih sepi. Pagi ini begitu istimewa. Bukan hanya udara pagi ini yang sejuk, atau taman yang sepi. Namun, pagi ini terasa istimewa karena petrichor yang begitu semerbak menurut inderaku. Harumnya begitu khas, menyegarkan. Petrichor seperti penggambaran melalui indera penciuman yang biasanya dilihat dengan indera pengelihatan. Hijau rumput dan tanaman yang terlihat lembab, juga tanah yang yang terasa basah, dipadu dengan sinar matahari. Seperti itulah petrichor . Petrichor begitu istimewa, sehingga semua orang dengan mudah mengetahuinya. Petrichor yang muncul ketika atau selepas hujan, bahkan lebih indah dari pelangi....

Flash Fiction

Flash fiction adalah cerita yang dituliskan oleh pengarang dengan hanya beberapa kata. Dengan beberapa kata tersebut, sudah mampu menggambarkan kejadian yang ingin disampaikan oleh si pengarang. Flash fiction biasanya berisi kurang dari 100 kata. Flash fiction bisa juga disebut sebagai benang merah sebuah cerita. Dengan menuliskan flash fiction , nantinya cerita tersebut bisa dikembangkan kembali menjadi cerpen ataupun novel. Berikut adalah contoh flash fiction : Drama Queen Anak kecil sekarang pandai bersolek. Wajah dipoles, penampilan divermak. Gaya bahasa pun cenderung urakan dan tentu saja alay. Sinetron, FTV yang menjadi tontonan sebelum waktunya, ditambah orangtua yang membiarkannya. Jadilah sang drama queen keluarga. Dibalik Gelap Malam Dua pasang pemuda-pemudi terlihat menepi di pinggir jalan yang temaram cahaya. Kendaraan lalu lalang, tidak ada yang curiga. Sampai akhirnya beberapa warga datang menghampiri, oh ternyata mereka sedang berbuat nista. Angka 'Tapi ...

T text.

Thomas, Tikus "Tok tok tok" Terdengar telinga. Tikus tergerak, terbukalah tempat tinggal tikus, ternyata Thomas. Tikus terheran Thomas terdiam terpaku. "Tap" terangkatlah tangan tikus terhadap tubuh Thomas. Thomas tetap terdiam. Tetiba terdengar teriakan "Thomas!!!" Teriak tikus tepat telinga Thomas. Tak terlihat tanda-tanda Thomas tersadar terhadap terjangan-terjangan tersendirinya. "Trekk" Thomas terinjak, terperanjat. Tikus tindas Thomas. Thomas tersadar, terbengong-bengong. "Tolong, tikus" terucap Thomas. Tikus terangguk. "Trukk" Thomas terjatuh. Tikus terperanjat teramat. Thomas terduduk, terlihat tatapannya tertutup. Tikus toel-toel Thomas, teruangkaplah tatkala Thomas tetap tertutup tatapannya "Tidur-.-" Terucap Tikus. Ternyata Thomas terantuk. TAMAT. Ini tugas paling musingin bin aneh sih. Semua kata harus diawalin huruf T. Well, yang kita tau tidak semua kata bisa diubah menjadi bentuk pasif dengan menggu...

Ironi

Cerpen ini dibuat untuk memenuhi tugas Writing3. Semua karakter dalam cerita, beserta kejadiannya adalah fiktif belaka, r ekaan penulis. Aku dikagetkan beberapa orang yang mengerubungiku, begitu aku keluar dari sebuah Bank Nasional. Senin pukul 10 pagi, begitu aku keluar dari bank tersebut, dengan menenteng koper cokelatku yang merisikan uang deposit ayahku. "Berhenti!" Ucap salah satu pria bertampang dan berpakaian preman. Ah, ya. Mereka berjumlah 5 orang. Dua orang di depanku, sisanya menyebar di kanan, kiri serta belakangku. Bodyguard yang Ayah sewa untuk menjagaku mencoba melawan, namun nihil. Ya, para pria berpakaian preman itu menunjukan sesuatu yang membuat aku dan juga bodyguard ku harus diam, serta mengikutinya. "Kami dari petugas KPK, bertugas untuk menangkap anda, sesuai dengan surat penangkapan yg kami bawa." Aku kaget. Apa salahku, sehingga ditangkap oleh KPK? Aku bukan koruptor, ataupun politisi. Aku hanya pebisnis fashion biasa. "Apa salah...